banner

بسم الله الرحمن الرحيم

BanditHijo, tidak seperti yang anda pahami, Bandit (kata ganti orang untuk konotasi yang bersifat negatif) dan Hijo (kata plesetan dari warna hijau).

BanditHijo adalah sebuah frase yang tidak memiliki arti selain “nama” itu sendiri.

Dapat dikatakan BanditHijo adalah nama pena saya – meminjam istilah keren para penulis buku, meskipun saya masih sangat terlampau jauh untuk dapat menyebut diri saya sebagai seorang penulis.

Bagaimana Cara Membaca Nama Blog Ini?

BanditHijo (R)-Chive, (R)-Chive sendiri diambil dari kata ar.chive /ˈärˌkīv/ yang berarti arsip dalam bahasa Indonesia.

Sehingga, apabila dibaca secara utuh menjadi, /BanditHijo Arkaiv/ yang berarti Arsip milik BanditHijo (anggap saja begitu, haha).

Apa Alasan Menulis Blog?

Karena ilmu yang saya dapat, sejatinya adalah titipan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang saya terima dari ratusan orang-orang yang memberikannya/menurunkannya kepada saya – Terima kasih kepada: guru-guru sekolah, dosen-dosen kuliah, teman-teman diskusi, mentor, senior yang dengan besar hati mengajarkan saya dengan penuh kesabaran.

Blogging merupakan aktivitas diluar kesibukan saya yang lain. Menulis, bagi saya, bukan untuk mencari popularitas. Tapi, karena memang saya senang untuk menulis. Saya senang bercerita tentang apa yang saya alami dan saya pelajari. Saya senang dapat memiliki sebuah platform untuk menuliskan dan mendokumentasikan hasil belajar saya.

Mudah-mudahan catatan-catatan kecil yang sederhana di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang memerlukan.

Ilmu itu seharusnya mengalir, jangan sampai berhenti di kamu, yaa!

Apa yang Ditulis di dalam Blog?

Sebagian besar isi dari blog ini mengenai hal-hal teknis tentang pemecahan suatu masalah yang saya alami saat menggunakan sistem operasi Linux. Namun, perlu digaris bawahi, bahwa saya bukan seorang pakar bersertifikat dalam sistem operasi Linux. Saya hanya seorang penggemar sekaligus pemakai. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon untuk dapat dimaklumi keterbatasan saya, hehehe.

Sebaik-baik tulisan dokumentasi tentu saja yang dibuat langsung oleh developer aplikasi yang bersangkutan. Karenanya, saya selalu menyertakan sumber literatur yang saya gunakan dalam membuat tulisan.

Blognya Dibuat Pakai Apa?

Blog ini saya bangun menggunakan Static Site Generator yang bernama Jekyll.

Tampilan dari tema blog ini pun saya buat sendiri. Tujuannya agar saya lebih bebas membongkar dan memasang fitur-fitur yang ingin saya tambah dan kurangi di dalam blog ini.

Ceritanya dapat teman-teman baca di sini.

Apa mesin ketik yang digunakan?

Berikut ini adalah spesifikasi mesin maupun aplikasi yang pernah atau hingga saat ini saya gunakan untuk berkomputasi ataupun untuk mengukir tulisan di blog ini.

Mesin
Tahun Produksi
Tahun Digunakan
Apple Macbook 4.1 2008 2009 - 2011
Apple Macbook Pro 8.1 2011 2012 - 2016
Lenovo ThinkPad X260 2016 2017 - 2018
Lenovo ThinkPad X61 2007 2019 - Nov 2021
Lenovo ThinkPad X260 2016 Dec 2021 - Sekarang

Aplikasi favorit yang digunakan di Linux?

Data
Keterangan
Static Site Generator Jekyll
Hosting GitHub Pages
Format Text markdown & asciidoc
Sistem Operasi Linux
Distribusi Arch Linux
Desktop Env. -
Window Manager dwm
Terminal Emulator st
Shell bash
Application Launcher dmenu & rofi
Statusbar slstatus
Text Editor neovim
Raster Image Editor gimp & gthumb
Vector Image Editor inkscape
Image Preview nsxiv
Office libreoffice
Get Things Done taskell & notion
ScreenShoter scrot & flameshot
PDF Reader zathura & evince
Video Editor kdenlive & olive & LWKS
Screen Recorder ffmpeg & SimpleScreenRecorder
Webcam ffplay & mpv
Video Player mpv
Audio Player namp
Browser qutebrowser
File Manager ranger
Email Client neomutt
IRC Client weechat
RSS Feed Reader newsboat
Torrent Client tremc
RDP Client xfreerdp
VNC Server x11vnc
Ebook Library calibre
Smartphone Mirroring scrcpy

Seperti yang teman-teman lihat di atas, saya banyak menggunakan free and open source software. Kalau teman-teman sudah memiliki penghasilan sendiri, jangan lupa untuk berdonasi terhadap project-project free and open source software yang teman-teman pergunakan.

Catatan tentang bagaimana cara untuk berdonasi, dapat teman-teman baca di sini, Hanya dengan 100 Ribu Rupiah, Bisa Berdonasi ke 6 Open Source Project!.

Bagimana workflow dalam menggunakan Linux?

gambar_1

i3 Window Manger + Polybar + Conky + Solarized Dark = My Perfect Desktop

gambar_7

Another Desktop with Wallpaper and Vim

gambar_2

Tools yang saya pergunakan untuk menulis, Vim + Tmux

gambar_3

Tools yang saya pergunakan untuk membuat vector image, Inkscape

gambar_4

Tools yang saya pergunakan untuk membuat banner image, GIMP

gambar_5

Tools yang saya pergunakan untuk image croping, gThumb

Tema gelap dapat berganti sesuai kebutuhan saya menjadi tema terang (light). Biasanya saya menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan dari ruangan/lingkungan.

Bagaimana perjalanan mengenal komputer?

Sejak duduk di bangku SMP, saya sudah bermain-main menggunakan aplikasi multimedia seperti Adobe Photoshop dan Adobe Premiere Pro pada sistem operasi Microsoft Windows.

Belajar secara mandiri dengan cara mencoba-coba menggunakan tiap-tiap menu tools yang ada pada Adobe Photoshop dan Adobe Premiere Pro. Boro-boro melihat YouTube seperti sekarang. Internet sangat mahal pada jaman ini. Sekolah pun tidak memfasilitasi hobi seperti ini.

Kalau diingat-ingat, hampir setiap hari saya memproduksi gambar. Baik gambar baru maupun modifikasi dari gambar sebelumnya.

Bagaimana perjalanan mengenal Linux?

Yudo Drajat Baskoro, seorang sahabat, teman seangkatan, sekaligus teman bertukar pikiran mengenai komputer. Beliaulah yang menjadi orang pertama yang mengenalkan saya dengan Linux di bangku sekolah.

Bagaimana perjalanan mengenal OSX

2009, mulai merasakan sistem operasi OSX, menggunakan aplikasi multimedia pada sistem operasi ini memang tidak ada bandingnya. Namun, semua kesan itu berubah sejak negara api menyerang.

Bagaimana akhirnya bisa memutuskan untuk menetap ke Linux?

Desember 2014, saya memutuskan untuk migrasi penuh menggunakan sistem operasi Linux, saat itu Fedora. Berusaha mencoba belajar, mencari-cari dan memaksakan diri saya untuk menggunakan aplikasi multimedia FOSS. Ternyata, saya benar-benar jatuh cinta dan tenggelam.

Apalagi setelah akhir 2016, masuk dunia Desktop Customization, wah semakin menambah kekaguman dan kegigihan untuk tidak beralih menggunakan OSX lagi. Pada saat inilah saya sedikit banyak mendapatkan pengetahuan mengenai komponen-komponen apa saja yang digunakan untuk membuat sebuah distribusi sistem operasi Linux dapat digunakan.

Benar-benar tidak ada jalan lagi untuk berbalik dan kembali menggunakan OSX.

Bagaimana bisa untuk memutuskan berpisah dengan Apple?

Saat ini sudah tidak lagi menggunakan MacBook Pro sejak Januari 2017. Saya sudah cukup lama berada di Apple Environment. Di mulai sekitar tahun 2009 dengan MacBook White. Dan berakhir dengan MacBook Pro pada tahun 2012.

Dengan waktu yang cukup lama tersebut, tidak menjadikan saya sebagai Apple FanBoy yang fanatik. Mungkin, karena rasa ingin tahu yang sangat besar akan dunia Linux yang masih asing buat saya, maka saya pun mulai beralih menggunakan sistem operasi Linux pada tahun 2014 yang berjalan di atas mesin Apple. Wkwkwk.

Setelah MacBook Pro yang saya gunakan mengalami kendala pada akhir Desember 2016, saya pun memilih untuk mencoba brand dan tipe yang sudah saya incar sejak SMA, yes, ThinkPad! Kebetulan saya memang sangat mengincar ThinkPad, kalau tidak T series, X series. Menggunakan ThinkPad + Linux, adalah sebuah kombinasi yang hakiki.

Bagaimana pertemuan dengan ThinkPad pertama?

Di awali dengan ThinkPad X260 pada awal tahun 2017, mesin ini benar-benar membuat saya semakin produktif. Tidak ada kendala resource yang berarti, yang menghalangi saya untuk berkreasi membuat sesuatu dengan mesin ini.

Bagaimana bisa berani menantang diri menggunakan ThinkPad jadul?

Pada Maret 2019, karena istri saya memerlukan laptop, maka saya pun bertukar laptop. Istri saya, menggunakan ThinkPad X260 dan saya pun beralih menggunakan ThinkPad X61. Laptop keluaran tahun 2007 ini, benar-benar membuat saya kagum, karena masih dapat saya gunakan sebagai daily driver untuk bekerja. Meskipun terdapat beberapa hal yang harus saya adaptasikan. Seperti terbatasnya Memory resource yang hanya 4 GB. Namun, hal ini tidak begitu menjadi kendala karena saya sudah mempersiapkan lingkungan sistem operasi se-minimal dan se-efektif mungkin.

Hal ini sangat sesuai dengan keinginan saya untuk dapat menggunakan laptop yang tidak terbatas oleh vendor, sehingga dapat saya gunakan selama mungkin hingga menemukan batas maksimalnya.

Apakah sudah kembali menggunakan ThinkPad anyar?

Akhir 2021, saya sudah kembali menggunakan ThinkPad X260, karena tuntutan pekerjaan saya sebagai Backend Engineer di perusahaan swasta yang berlokasi Jakarta secara remote.

Akhir Kata

Dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan selamat membaca tulisan-tulisan di blog yang sederhana ini. Bebaskan diri kalian untuk bertanya, berkomentar, membagikan artikel kepada teman, dan berinteraksi dengan saya.

Akhir kata, atas berkat rahmat Allah, saya mengucapkan terima kasih.

Best Regards, BanditHijo

0d3707954c715d3dd9d60115347a54501945fcfa